February 19, 2016

Not Just a Dream



“Aku ingin punya rumah besar, banyak mobil, dan harta yang berlimpah”

Mimpi yang terlihat kecil, tapi bukankah itu juga merupakan suatu mimpi? Di balik kecilnya mimpi yang terucapkan, bukankah tersimpan harapan terpendam di dalamnya?

“Aku ingin menjadi aktor berbakat”
“Aku ingin menjadi model terkenal”
“Aku ingin menjadi designer ternama”

Semua adalah impian. Impian masa kecil yang besar tapi perlahan pudar ketika beranjak dewasa. Seakan impian itu hilang ditelan zaman yang semakin lama semakin maju.

Belajar, belajar, dan belajar.
Sekolah, les, dan rumah. Semuanya dipenuhi dengan belajar.
Okay, tak ada yang salah dengan semua ini. Tapi tak bisakah beri setiap anak kesempatan untuk meraih impiannya?
Karena ilmu, bukan hanya matematika.
Ilmu bukan hanya ekonomi.
Ilmu bukan hanya biologi.
Karena tidak semua anak ingin menjadi dokter.
Tidak semua anak ingin menjadi arsitek.
Tidak semua anak ingin menjadi pegawai pemerintah.

Lantas, apa mereka berarti tidak hebat?
Apa mereka bodoh?
Apa mereka sekecil dan serendah itu?
Apa mereka mustahil untuk menjadi orang yang besar dan sukses nantinya?

Dibalik kata-kata ingin menjadi “sukses” tak terpikirkah kalau “sukses” bukan hanya dokter, pengusaha, arsitek, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang dianggap besar oleh banyak orang di luar sana.
Karena, tanpa disadari banyak orang, menggapai mimpi yang sedari kecil kita impikan, merupakan “ sukses”  yang lebih hebat dan lebih besar dari segalanya.

No comments:

Post a Comment